Sekarang orang gampang menjadi politikus, asal ada kesempatan uang dan waktu yang tepat..dari seorang preman jalanan atau pengangguran bisa dalam sekejab bereikarnasi menjadi politikus yang menyebut dirinya wakil dan suara rakyat. Sudah menjadi kebiasaan dinegara ini juga, menjadi politikus adalah kerjaan sampingan lainnya selain menjadi pengusaha. Tentu saja motto harta dan tahta akan dengan mudah didapatkan melalui keduanya, berpolitik bisa melanggengkan berbagai cara untuk tetap kaya dan berkuasa tak peduli mereka mengatasnamakan apa.
Sungguh malang rakyat yang termasuk pemilih bodoh, sudahlah bodoh masih dibodoh-bodohi karena rakyat yang pintar tidak akan gampang terbuai bujuk rayu baik melalui kata-kata manis maupun selembar duapuluhribuan sampai segepok ratusan juta.Kenapa pemilih cenderung bodoh..? tidak lain dan tidak bukan karena mereka lebih suka nonton sinetron cengeng berurai air mata, atau bertema hantu dan menjual mimpi ketimbang mencermati berita dan acara-acara berhaluan edukasi politik.
dan sungguh mengerikan partai-partai politik yang sengaja memunculkan kandidat bodoh sebagai wakil mereka karena yang pintar dan bijaksana takkan mudah diatur begitu saja sesuai keinginan partai, jadi menurut hemat saya mereka para partai politik itu memang sengaja mencalonkan orang-orang berpikiran dangkal, tidak peka, tamak dan haus kekuasaan serta harta karena kalau mereka mencalonkan orang-orang yang benar-benar profesional dan berintegritas maka dikuatirkan mungkin suatu saat mereka tidak akan bisa diatur dan tunduk pada keinginan partai apabila ada kebijakan-kebijakan partai yang kontra kepentingan rakyat.
Memang tidak semuanya sih begitu, ada banyak juga partai-partai yang punya wakil-wakil yang memenuhi kriteria standar wakil rakyat, tapi pada umumnya..kinerja mereka bisa dibuktikan dengan dagelan demi dagelan dilayar kaca. Yang benar-benar bersih suaranya akan teredam oleh hiruk-pikuknya teman-teman mereka yang berfungsi seperti lenong untuk memainkan trik-trik politik demi mempertahankan kursi kekuasaan yang mereka genggam. Tapi tenang saja, Tuhan tidak tidur..entah kapan, yang pasti tidak akan bisa dielak bahwa mereka akan menikmati pembalasan yang setimpal akibat penderitaan yang telah mereka timbulkan kepada rakyat-rakyat yang katanya mereka wakili.
Salam Muak!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar