Pria ringkih...
yang duduk dilapak tuak tak kenal waktu...
Setiap sel-sel tubuhnya tak sanggup menahan..tapi tak kau pedulikan..
Pria itu pulang dalam ketidakwarasan..memukul..menendang...gelap mata...
Wanita itu terluka ..terkoyak..merah..darah dimana-mana..
Namun tak berdaya untuk meronta...
Bukankah pria seharusnya menjadi seorang pelindung dan pengayom?
bukan untuk menjadi bajingan egois dan pengecut ulung...
Dua gadis kecil...terpojok...dalam ketidakmengertiannya akan kejamnya hidup ini
Mencoba membuat benteng seolah-olah tidak apa-apa
Bocah kecil..berceloteh tanpa tau hitam pekat amarah melanda..
Wanita terpuruk..airmata..dan rintihan yang telah meluap ribuan kali..
Menyadari bahwa satu-satunya jalan bebas adalah memutuskan
ikatan ikrar yang dulu seolah-olah suci..tapi kini tak punya arti..cinta telah pergi..
diganti amarah dan dendam dihati..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar